Informasi › Berita
  • Desa Bahagia Resmi Dimulai, 70 Calon Paskibraka Badung Jalani Pendidikan dan Pelatihan Intensif

    Admin Web Badung

    Minggu, 12 Juli 2026 17:29 WITA | 73 kali dibaca

    Desa Bahagia Resmi Dimulai, 70 Calon Paskibraka Badung Jalani Pendidikan dan Pelatihan Intensif
    Foto : Desa Bahagia Resmi Dimulai, 70 Calon Paskibraka Badung Jalani Pendidikan Dan Pelatihan Intensif

    Sebanyak 70 orang Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung Tahun 2026 resmi memasuki masa Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) melalui sistem Desa Bahagia.


    Kegiatan yang menjadi awal pembinaan calon pengibar Bendera Merah Putih tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Minggu (12/7/2026).


    Kepala Bakesbangpol Badung Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengatakan, Desa Bahagia merupakan penanda dimulainya seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan bagi Calon Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026. Sebanyak 70 peserta yang telah melalui proses seleksi panjang akan menjalani pembinaan secara intensif sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.


    "Melalui proses seleksi yang cukup panjang, telah terpilih 70 orang calon Paskibraka yang akan dibina dan dilatih untuk bertugas sebagai pengibar Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.


    Ia menjelaskan, Desa Bahagia merupakan konsep pemusatan pendidikan dan pelatihan yang menempatkan seluruh peserta dalam lingkungan asrama sebagai sebuah "desa". Selama mengikuti program tersebut, para calon Paskibraka dibina melalui berbagai materi dan aktivitas yang bertujuan membentuk kedisiplinan, ketangguhan fisik, mental, kepemimpinan, serta kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB).


    Keunikan sistem Desa Bahagia juga terlihat dari penerapan mekanisme kepemimpinan di lingkungan asrama melalui pemilihan Pak Lurah dan Bu Lurah. Kedua perwakilan peserta tersebut dipilih secara demokratis melalui pemungutan suara oleh seluruh calon Paskibraka. Mereka bertugas menjadi penghubung antara peserta dengan pelatih, membantu menjaga ketertiban, mengoordinasikan berbagai kegiatan, serta memastikan seluruh peserta dalam kondisi sehat dan siap mengikuti setiap tahapan pelatihan.


    Menurut Mas Arimbawa, proses pemilihan Pak Lurah dan Bu Lurah tidak hanya menjadi bagian dari pengelolaan kehidupan di asrama, tetapi juga menjadi sarana pendidikan demokrasi bagi para calon Paskibraka. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung sehingga peserta memperoleh pemahaman mengenai tata cara pemilihan yang sesuai dengan mekanisme demokrasi.


    "Yang menarik dalam Desa Bahagia adalah peserta mendapatkan edukasi mengenai tata cara pemilihan Pak Lurah dan Bu Lurah melalui sistem pemilu yang bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pendidikan politik yang baik sesuai dengan prosedur yang berlaku," jelasnya.


    Lebih lanjut dijelaskan, tingginya minat pelajar mengikuti seleksi Paskibraka terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 377 orang yang berasal dari SMA, SMK negeri maupun swasta, serta Madrasah Aliyah se-Kabupaten Badung. Para peserta mengikuti enam tahapan seleksi yang meliputi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), tes kesehatan, seleksi parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepribadian, minat bakat, dan wawancara hingga akhirnya terpilih 70 calon Paskibraka Kabupaten Badung.


    Dari hasil seleksi tersebut juga ditetapkan peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi Bali, dengan capaian empat peserta putra dan lima peserta putri lolos ke tingkat provinsi. Bahkan, satu peserta putra berhasil melaju hingga tingkat nasional sebagai calon Paskibraka.


    Mas Arimbawa menegaskan bahwa sistem Desa Bahagia tidak hanya berorientasi pada pembentukan kemampuan teknis sebagai pengibar bendera, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.


    "Dalam sistem Desa Bahagia, para calon Paskibraka dibina menjadi insan yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membentuk pandu ibu pertiwi yang berkarakter dan berjiwa nasionalis," katanya.


    Selama menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan, seluruh calon Paskibraka akan dibekali berbagai materi, di antaranya penguatan ideologi Pancasila, kepemimpinan, kepaskibrakaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), etika, nasionalisme, pemahaman mengenai Bendera Merah Putih, serta dasar-dasar pengembangan kepribadian. Melalui pembinaan yang komprehensif tersebut, Bakesbangpol memastikan seluruh peserta mampu menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


    Bagikan

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK