Informasi › Berita
  • 6 Subak di Petang Dilanda Kekeringan, Pemkab Badung Salurkan Air Irigasi Darurat dengan 3 Truk Tangki dan Pompa

    I NYOMAN GEDE ARDI YANA PUTRA, S.KOM

    Kamis, 17 September 2026 09:25 WITA | 31 kali dibaca

    6 Subak di Petang Dilanda Kekeringan, Pemkab Badung Salurkan Air Irigasi Darurat dengan 3 Truk Tangki dan Pompa
    Foto : 6 Subak Di Petang Dilanda Kekeringan, Pemkab Badung Salurkan Air Irigasi Darurat Dengan 3 Truk Tangki Dan Pompa

    Enam subak di Kecamatan Petang, Badung, terdampak kekeringan akibat terbatasnya ketersediaan dan distribusi air irigasi. Untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air, Pemkab Badung menyalurkan air irigasi darurat menggunakan tiga truk tangki dan pompa.

     

    Enam subak yang terdampak yakni Subak Bergiding, Subak Penglumbaran, Subak Buangga, serta Subak Babakan Bengkel I, II, dan III. Kondisi kekeringan terutama dirasakan pada areal pertanian di bagian hilir yang tidak mendapat pasokan air secara optimal. Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan di Balai Subak Bergiding, Desa Pangsan, Petang, Rabu (9/9/2026). 

     

    Kepala Diperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengatakan persoalan utama yang dihadapi petani adalah debit air irigasi yang terbatas serta distribusinya yang belum mampu menjangkau seluruh areal pertanian.

     

    "Yang terdampak terutama lahan pertanian di bagian hilir karena debit dan distribusi air irigasi terbatas," katanya.

     

    Sebagai langkah cepat, Pemkab Badung berkoordinasi dengan Pekaseh Subak Batulantang dan Subak Bukit untuk mengatur pembagian air.

     

    "Selain itu, dilakukan pengajuan pompa air darurat beserta dukungan operasionalnya untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian",jelas Raka.

     

    Pemkab Badung juga bergerak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Sebanyak tiga truk tangki disiapkan untuk mendistribusikan air ke areal pertanian yang mengalami kekurangan pasokan.

     

    Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Badung melalui Sekda Badung agar lahan persawahan yang mengalami dampak paling berat segera mendapat bantuan air.

     

    "Untuk penanganan darurat, distribusi air dilakukan menggunakan truk tangki dan pompa agar kebutuhan air tanaman tetap bisa dipenuhi," lanjut Raka.

     

    Tak hanya mengandalkan penanganan darurat, Pemkab Badung juga menyiapkan sumber air alternatif. Salah satunya melalui rencana pembuatan sumur bor di Munduk Beng, Subak Buangga, Desa Getasan.

     

    "Kami juga membuka opsi pembangunan sumur bor tambahan di titik lain yang membutuhkan. Lokasinya akan ditentukan berdasarkan identifikasi teknis dan ketersediaan sumber air", terangnya.

     

    Dengan skema tersebut, penanganan kekeringan dilakukan secara bertahap.Distribusi air menggunakan truk tangki dan pompa menjadi langkah jangka pendek.

     

    "Sedangkan pembangunan sumur bor disiapkan sebagai solusi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat pasokan air irigasi bagi petani di wilayah terdampak",ucapnya.

     

    Pertemuan dihadiri, jajaran bidang tanaman pangan (Diperpa), hortikultura dan prasarana pertanian, Perbekel, Koordinator BPP, PPL, serta Pekaseh dan Pangliman dari subak yang terdampak.


    Bagikan
Survei Icon

Bagaimana Pengalaman Anda?

Pendapat Anda sangat berarti bagi kami. Mari berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Layanan Website Pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintah Kabupaten Badung.

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK