<p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyampaikan hasil pemantauan harga komoditas pangan strategis pada Minggu II Agustus 2026. Secara umum, harga komoditas pangan strategis mengalami kenaikan dibandingkan bulan Juli 2026. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh kelompok Pangan Berfluktuasi (Volatile Food) serta komponen Inflasi Inti (Core Inflation), meliputi biaya pendidikan dan harga canang sari.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Rata-rata perkembangan harga di empat wilayah pemantauan inflasi di Bali — Denpasar, Singaraja, Badung, dan Tabanan — secara keseluruhan juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kenaikan harga tercatat pada daging ayam ras dan cabai merah. Harga daging ayam ras naik dari Rp41.677 pada Juli menjadi Rp45.373 pada Agustus atau meningkat 8,87 persen. Sementara itu, harga cabai merah naik dari Rp46.813 menjadi Rp50.403 atau tumbuh 7,67 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kenaikan harga daging ayam ras dipicu oleh pemberlakuan harga acuan ayam hidup baru per 15 Juli 2026 serta peningkatan permintaan dalam rangka program Makan Bergizi Gratis seiring dimulainya tahun ajaran baru. Kenaikan harga tertinggi terjadi di Singaraja, yaitu dari Rp45.863 menjadi Rp51.696 atau naik 12,72 persen. Sementara itu, kenaikan harga cabai merah dipengaruhi berkurangnya pasokan pasca masa panen Juli serta risiko gangguan produksi akibat cuaca musim kemarau. Peningkatan harga cabai merah tertinggi tercatat di Kabupaten Badung, yakni dari Rp50.541 menjadi Rp55.267 atau naik 9,35 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Di sisi lain, terjadi penurunan harga pada komoditas bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah turun dari Rp49.872 menjadi Rp43.807 atau menurun 12,16 persen. Harga bawang putih turun dari Rp45.972 menjadi Rp40.427 atau turun 12,06 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Penurunan harga bawang merah dipicu peningkatan hasil produksi, terutama dari sentra pertanian Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem. Penurunan harga terdalam terjadi di Singaraja, yakni dari Rp45.917 menjadi Rp37.510 atau turun 18,31 persen. Sementara itu, penurunan harga bawang putih dipengaruhi peningkatan realisasi impor serta penguatan nilai tukar rupiah. Penurunan harga bawang putih terdalam juga tercatat di Singaraja, yaitu dari Rp47.597 menjadi Rp40.767 atau turun 14,35 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Demikian hasil pemantauan harga komoditas pangan strategis pada Minggu II Agustus 2026. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan harga tetap terkendali dan ketersediaan pangan terjamin bagi masyarakat.</span></span></span></p>
Tren Kenaikan Harga Pangan Terjadi di Bali, Pemantauan BI Bali Minggu II Agustus 2026
18 Aug 2026