<p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung merilis data perkembangan harga yang menunjukkan terjadinya deflasi sebesar 0,59 persen pada bulan Juli 2026. Angka ini merupakan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari bulan sebelumnya, dengan posisi IHK Juli 2026 tercatat di angka 109,53.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Secara kumulatif sepanjang tahun atau year-to-date (y-to-d), inflasi Kabupaten Badung tercatat sebesar 0,92 persen. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (y-on-y), inflasi mencapai 2,04 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kepala BPS Kabupaten Badung menyampaikan bahwa inflasi tahun ke tahun terjadi akibat kenaikan harga yang merata pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan tertinggi adalah transportasi sebesar 9,23 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing 3,11 persen. Rincian kenaikan pada kelompok lain meliputi: perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,98 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 1,52 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,33 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,18 persen; pendidikan 1,12 persen; makanan, minuman, dan tembakau 0,81 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,39 persen; serta kesehatan 0,12 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Berdasarkan perbandingan bulanan (month-to-month), sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama deflasi. Di antaranya adalah cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, buncis, tomat, jeruk, canang sari, pisang, jagung manis, kacang panjang, minyak goreng, pindang asin, angkutan udara, kangkung, hingga rampela hati ayam.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Sebaliknya, komoditas yang mendorong terjadinya inflasi bulanan meliputi bensin, biaya sekolah menengah atas, telepon seluler, sawi hijau, sewa rumah, beras, bawang putih, biaya sekolah menengah pertama, bimbingan belajar, dan bayam.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Sementara itu, penyumbang terbesar inflasi secara tahun ke tahun antara lain bensin, tarif parkir, biaya pemeliharaan atau servis kendaraan, minyak goreng, telepon seluler, bawang putih, daging ayam ras, ayam goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), telur ayam ras, iuran pembuangan sampah, jeruk, pasir, ikan teri, wortel, biaya sekolah menengah atas, ikan tongkol/ambu-ambu, pasta gigi, hingga mie kering instan.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Komoditas yang justru memberikan andil deflasi pada perhitungan tahun ke tahun meliputi tomat, daging babi, buncis, cabai rawit, kacang panjang, buku tulis bergaris, bayam, sabun deterjen bubuk, kangkung, pembalut wanita, masker, jagung manis, cabai merah, ban luar motor, susu bubuk bayi, deodoran, pengharum dan pelembut cucian, rampela hati ayam, serta sepatu pria.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Data ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga serta menjaga stabilitas daya beli masyarakat di Kabupaten Badung.</span></span></span></p>
Perkembangan Harga Juli 2026: Badung Alami Deflasi Bulanan
04 Aug 2026