<p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali merilis hasil pemantauan harga komoditas pangan strategis untuk periode Minggu I Juni 2026. Secara umum, kenaikan harga tercatat masih terjadi namun lajunya lebih melandai dibandingkan dengan kondisi pada bulan Mei 2026 lalu. Pemantauan dilakukan di empat kota/kabupaten sampel inflasi utama, yaitu Denpasar, Singaraja, Badung, dan Tabanan.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Rata-rata perkembangan harga di keempat wilayah tersebut menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga utamanya didorong oleh pergerakan harga bawang merah, cabai merah, dan beras. Sebaliknya, sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras, minyak goreng, dan bawang putih.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b>Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga</b></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Bawang Merah: Harga rata-rata naik dari Rp51.005 per kilogram pada Mei menjadi Rp54.917 per kilogram di Juni, atau naik sekitar 7,67%. Kenaikan ini merupakan dampak lanjutan dari tingginya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, berbarengan dengan pasokan yang terbatas. Kendala pasokan terjadi baik dari sentra produksi lokal seperti Kintamani, Bangli akibat faktor cuaca, maupun dari luar Bali (Jawa dan Nusa Tenggara Barat) yang terhambat tingginya biaya distribusi.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Cabai Merah: Terjadi lonjakan harga signifikan dari rata-rata Rp84.653 menjadi Rp98.864 per kilogram. Faktor utama penyebabnya adalah gangguan cuaca; meski mulai memasuki musim kemarau, curah hujan masih turun secara tidak menentu sehingga mengganggu masa panen, menurunkan kualitas hasil panen, serta meningkatkan risiko serangan hama. Kendala distribusi dari daerah asal pasokan seperti Jawa juga memperburuk ketersediaan. Kenaikan tertinggi tercatat di Kabupaten Badung, naik hingga 23% dari Rp67.589 menjadi Rp82.936 per kilogram. Pasokan cabai merah di Bali berasal dari Kintamani, Klungkung, Lombok, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Beras: Harga beras naik tipis dari rata-rata Rp15.658 menjadi Rp15.732 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh mahalnya harga gabah di tingkat penggilingan yang kemudian berimbas ke harga grosir hingga eceran. Di sisi lain, produksi padi nasional tercatat turun sekitar 16,15% akibat pergeseran musim dan kondisi cuaca, yang membuat persaingan mendapatkan bahan baku semakin ketat. Kenaikan tertinggi tercatat di Kota Denpasar, naik sekitar 1% dari Rp15.554 menjadi Rp15.694 per kilogram. Pasokan beras Bali berasal dari wilayah lokal, Banyuwangi, dan Lombok. Sementara itu, data Perum Bulog per 5 Juni 2026 mencatat ketersediaan stok beras mencapai 10.024 ton.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b>Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga</b></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Sebagian komoditas justru mengalami penurunan harga berkat pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar, antara lain: Daging Ayam Ras: Harga turun dari Rp45.560 menjadi Rp43.949 per kilogram, Minyak Goreng: Harga turun dari Rp23.299 menjadi Rp23.074 per liter, Bawang Putih: Harga turun dari Rp39.718 menjadi Rp39.400 per kilogram. Ketersediaan bawang putih disebut aman karena aliran pasokan impor dan jalur distribusi dari Surabaya berjalan lancar tanpa hambatan berarti.</span></span></span></p>
Hasil Pemantauan Harga Komoditas Pangan Strategis Minggu I Juni 2026
08 Jun 2026