<p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung merilis data perkembangan harga konsumen pada bulan Mei 2026 yang menunjukkan adanya kenaikan harga atau inflasi secara bulanan. Tercatat inflasi bulan ke bulan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,25 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Secara akumulatif sejak awal tahun hingga Mei 2026, inflasi yang terjadi di wilayah Badung tercatat sebesar 0,82 persen. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) mencapai 2,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 109,42.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kenaikan harga secara tahunan ini dipicu oleh naiknya indeks harga pada sepuluh dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan harga paling tinggi adalah kelompok transportasi yang melonjak hingga 7,03 persen. Posisi kedua ditempati kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,67 persen, disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,09 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kelompok lain yang turut menyumbang inflasi tahunan meliputi: informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,75 persen); perawatan pribadi dan jasa lainnya (1,64 persen); penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,36 persen); perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga (1,30 persen); perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,05 persen); pendidikan (1,03 persen); serta kesehatan (0,28 persen). Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks harga adalah rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,48 persen.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Ditinjau dari komoditas penyumbang inflasi bulanan, kenaikan harga didominasi oleh angkutan udara, telepon seluler, beras, sigaret putih mesin, bawang merah, kompor, cabai merah, cabai rawit, kipas angin, dan nasi dengan lauk. Sebaliknya, penurunan harga atau deflasi bulanan terjadi pada komoditas canang sari, tomat, bawang putih, ikan tongkol, masker, kol putih, dan jagung manis.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Sementara itu, untuk inflasi tahun ke tahun, komoditas yang paling menaikkan harga antara lain cabai rawit, tarif parkir, biaya pemeliharaan kendaraan, angkutan udara, bawang merah, cabai merah, minyak goreng, telur ayam ras, dan berbagai jenis rokok. Di sisi lain, penurunan harga secara tahunan terjadi pada komoditas daging babi, bawang putih, buku tulis, bayam, sabun deterjen, pembalut wanita, masker, serta bensin.</span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok dan jasa ini menjadi catatan penting, mengingat dampaknya yang langsung terasa pada daya beli masyarakat di Kabupaten Badung.</span></span></span></p>
BPS Badung Rilis Data Mei 2026: Inflasi Bulanan Naik 0,25 Persen
02 Jun 2026